Modul Ajar Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Topik: Mengenal Bacaan Ghorib (Musykilat) dalam Al-Qur'an
Sasaran: Kelas 6 SD
A. Pengantar: Apa itu Bacaan Ghorib?
Ghorib artinya asing atau ganjil . Dalam ilmu Tajwid, bacaan Ghorib adalah ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur'an yang cara bacaannya berbeda dari aturan bunyi huruf aslinya atau kaidah umum yang biasa kita pelajari.
Mengapa kita harus mempelajarinya? Agar kita tidak salah membaca ayat tersebut dan menjaga keaslian bacaan Al-Qur'an sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW (Riwayat Imam Hafs dari Ashim).
B.5 Bacaan Ghorib yang Wajib Diketahui
Berikut adalah 5 jenis bacaan Ghorib yang paling populer dan sering keluar dalam ujian serta bacaan sehari-hari:
1. Saktah (سَكْتَة)
Arti: Berhenti sejenak tanpa bernapas.
Tanda: Biasanya ada huruf "sin" kecil (س) atau tulisan (سَكْتَة) di atas ayat.
Cara Membaca: Suara diputus (berhenti) sekitar 2 harakat (1 detik), tahan napas (jangan mengambil napas baru), lalu lanjutkan ke kata berikutnya.
Contoh dalam Al-Qur'an:
QS. Al-Kahfi: 1-2
Tulisan: ...عِوَجَا ۜ قَيِّمًا...
Cara Baca: " 'Iwajah... (berhenti terdiam tanpa napas) ...Qoyyimah"
Salah jika: mengeluarkan napas di tengah-tengah.
2. Isymam (إِشْمَام)
Arti : Mencampur (mengisyaratkan) harakat dammah.
Tanda: Huruf Nun bertasydid dengan tanda ketupat/wajik di tengah kata (biasanya di Mushaf Standar Indonesia).
Cara Membaca: Mulut monyong (mencucu) di tengah-tengah suara dengung, tanpa mengeluarkan suara dammah (u) yang jelas. Ini adalah isyarat bibir.
Contoh dalam Al-Qur'an:
QS. Yusuf: 11
Tulisan: لَا تَأْمَنَّا
Cara Baca: Bunyinya tetap "Laa Ta'mannaaa" (tahan dengungnya), tapi saat mendengung, bibir dimonyongkan ke depan seolah ingin mengucap "Nu", lalu ditarik kembali.
3. Imalah (إِمَالَة)
Arti: Memiringkan.
Cara Membaca: Membaca harakat Fathah (A) dimiringkan ke arah Kasrah (I). Bunyinya menjadi "E" (seperti pada kata: Sat e , Ja he , Tem pe ).
Hanya ada satu di Al-Qur'an (Riwayat Hafs).
Contoh dalam Al-Qur'an:
QS. Hud: 41
Tulisan: بِسْمِ ٱللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا
Cara Baca: "Bismillahi Majreehaa ..." (Bukan Majrooha, Bukan Majriha).
4. Tashil (تَسْهِيْل)
Arti: Memudahkan/Meringankan.
Tanda: Ada titik bulat hitam tebal (bullet) di atas huruf Alif/Hamzah (pada mushaf standar Indonesia).
Cara Membaca: Membaca Hamzah kedua dengan suara samar-samar (ringan), tidak tegas. Bunyinya di tengah-tengah antara Hamzah dan Alif. Tidak dibaca "AA" (tegas), tapi seperti menyeret.
Hanya ada satu di Al-Qur'an (Riwayat Hafs).
Contoh dalam Al-Qur'an:
QS. Fussilat: 44
Tulisan: ءَ۠أَعْجَمِيٌّ
Cara Baca: " A-ah -jamiyyun" (Hamzah pertama jelas, hamzah kedua samar/lunak).
5. Naql (نَقْل)
Arti: Memindahkan.
Cara Membaca: Memindahkan harakat huruf hidup ke huruf mati sebelumnya. Ini sering terjadi pada kasus Al-Ta'rif bertemu Hamzah.
Contoh paling umum (Riwayat Hafs):
QS. Al-Hujurat: 11
Tulisan: بِئْسَ الاِسْمُ
Aslinya berbunyi: Bi'sa Al-ismu
Cara Baca Ghorib: "Bi' salismu " (Bunyi 'A' pada Alif hilang, harakat kasrah 'i' pindah ke huruf Lam).
C. Tabel Ringkas (Untuk Papan Tulis)
| TIDAK | Nama Ghorib | Artikel Singkat | Contoh Surat | Bunyi/Kunci |
| 1 | Saktah | Berhenti tanpa napas | QS. Al-Kahfi: 1 | Jeda sejenak |
| 2 | Isymam | Persyaratan bibir | QS. Yusuf: 11 | Bibir Monyong |
| 3 | Imamah | Miring (A jadi E) | QS. Hud: 41 | "Maj-ree-ha" |
| 4 | Tashil | Samar/Ringan | QS. Fussilat: 44 | "A-ah-jamiyyun" |
| 5 | Naql | Pindah harakat | QS. Al-Hujurat: 11 | "Bi'-sa-lis-mu" |
Komentar
Posting Komentar