PERENCANAAN PEMBELAJARAN
BTQ KELAS 5 FASE C
- Nama
Penyusun: Dian Faturrahman
Al-Islam,S.Pd
- Nama
Sekolah: SD Muhammadiyah 1
Tenggarong Seberang
- Jenjang
Sekolah: Sekolah Dasar
- Fase/Kelas: C / V
- Alokasi Waktu: 35 menit x 2 (70
menit)
- Topik
Pembelajaran:
Huruf Mad
A.
Identifikasi Peserta Didik
Peserta didik adalah siswa kelas 5 SD yang
sudah memiliki dasar membaca Al-Qur'an. Mereka siap untuk mendalami kaidah
tajwid, khususnya huruf mad, agar bacaan mereka lebih fasih dan indah.
B. Identifikasi Materi Pelajaran
Materi ini berfokus pada
pengenalan dan praktik membaca huruf mad. Tiga huruf mad yang akan
dipelajari adalah Alif (ا), Wau (و), dan Ya (ي), serta pasangannya dengan
harakat Fathah ( َ ), Dhommah ( ُ ), dan Kasroh ( ِ ).
C. Dimensi Profil Lulusan (DPL)
- Penalaran Kritis: Siswa mampu
mengidentifikasi dan membedakan jenis-jenis huruf mad.
- Kreativitas: Siswa dapat
mengaplikasikan pemahaman huruf mad dalam bacaan Al-Qur'an secara
langsung.
- Keimanan dan Ketaqwaan: Siswa memahami
bahwa membaca Al-Qur'an dengan benar adalah bagian dari ibadah.
D. Capaian Pembelajaran (CP)
Setelah menyelesaikan
pembelajaran ini, peserta didik kelas 5 SD diharapkan dapat:
- Memahami Konsep Dasar: Menjelaskan dan
mengidentifikasi tiga huruf mad (alif, wau, dan ya) beserta pasangannya
dalam bacaan Al-Qur'an.
- Mengaplikasikan Kaidah Tajwid: Menerapkan kaidah
tajwid secara mandiri dalam membaca huruf mad, sehingga bacaan menjadi
lebih fasih dan sesuai dengan panjang pendeknya.
- Menunjukkan Sikap yang Benar: Mempraktikkan bacaan
Al-Qur'an dengan kaidah yang benar sebagai bentuk ketaatan dan rasa cinta
kepada Allah SWT.
- Menganalisis Bacaan: Membedakan antara
huruf yang dibaca panjang (huruf mad) dan huruf yang dibaca pendek
(non-mad) pada ayat-ayat Al-Qur'an.
- Menumbuhkan Rasa Percaya Diri: Menyajikan bacaan
Al-Qur'an di depan umum dengan benar.
E. Lintas
Disiplin Ilmu dalam Pembelajaran Huruf Mad
Pembelajaran tentang huruf
mad tidak hanya terbatas pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Materi
ini bisa dikaitkan dengan berbagai disiplin ilmu lainnya untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih kaya dan relevan bagi siswa.
1. Ilmu Bahasa
- Fonologi
(Ilmu Bunyi Bahasa):
Siswa belajar bahwa huruf mad berfungsi untuk memanjangkan bunyi vokal. Ini mirip dengan
konsep intonasi dan tekanan pada kata dalam Bahasa Indonesia. Memahami
panjang pendek bunyi membantu mereka melafalkan kata-kata dengan tepat,
baik dalam Bahasa Arab maupun bahasa lainnya.
- Keterampilan Membaca: Proses
mengidentifikasi dan melafalkan huruf mad melatih kemampuan membaca siswa.
Mereka belajar mengenali pola-pola huruf dan harakat, yang secara tidak
langsung meningkatkan kelancaran dan pemahaman bacaan mereka secara umum.
2. Seni
- Seni
Musik dan Vokal:
Melafalkan huruf mad dengan benar memerlukan kontrol pernapasan dan olah
vokal. Hal ini serupa dengan teknik dasar dalam bernyanyi atau seni musik.
Siswa belajar bagaimana menghasilkan suara yang panjang dan merdu, yang
dapat meningkatkan keindahan bacaan Al-Qur'an mereka.
3. Ilmu Sosial dan Keterampilan Hidup
- Kerja
Sama Kelompok:
Saat siswa berdiskusi dan saling mengoreksi bacaan, mereka melatih
keterampilan sosial, seperti komunikasi, mendengarkan, dan memberikan
masukan yang membangun. Ini adalah keterampilan penting yang akan berguna
dalam berbagai aspek kehidupan.
- Rasa
Percaya Diri:
Praktik membaca di depan kelas dan menerima umpan balik membantu siswa
membangun rasa percaya diri. Mereka belajar untuk tidak takut salah dan
berani tampil di depan umum.
F. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan
pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
- Mengidentifikasi: Mengidentifikasi
tiga huruf mad (Alif, Wau, dan Ya) beserta harakat pasangannya (Fathah,
Dhommah, dan Kasroh) pada ayat-ayat Al-Qur'an dengan tepat.
- Menerapkan: Menerapkan kaidah
panjang pendek (mad) saat melafalkan bacaan Al-Qur'an dari surat-surat
pendek dalam Juz Amma.
- Menganalisis: Membedakan antara
huruf yang dibaca panjang dan yang dibaca pendek dalam bacaan Al-Qur'an.
- Menunjukkan Sikap: Menunjukkan sikap
bertanggung jawab dan antusias dalam mempraktikkan bacaan Al-Qur'an dengan
kaidah tajwid yang benar sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT.
G. Topik Pembelajaran
Fasihkan Bacaan
Al-Qur'anmu: Mengenal dan Mempraktikkan Huruf Mad
Topik ini dirancang untuk
menarik perhatian siswa dan langsung fokus pada tujuan utama: membuat bacaan
Al-Qur'an mereka lebih baik. Frasa "Fasihkan Bacaan Al-Qur'anmu"
memberikan sentuhan personal dan motivasi, sementara "Mengenal dan
Mempraktikkan Huruf Mad" menjelaskan secara spesifik apa yang akan
dipelajari.
H.
Praktik Pedagogis: Pembelajaran Aktif dan Bermakna
Praktik pedagogis ini berfokus pada pendekatan
yang membuat siswa terlibat aktif dalam proses belajar (student-centered
learning), sehingga pembelajaran tidak hanya sekadar transfer pengetahuan,
tetapi juga bermakna dan berkesan.
1. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based
Learning)
- Guru
tidak langsung menjelaskan teori, tetapi memulai dengan tantangan:
"Mengapa ada huruf yang dibaca panjang dan ada yang pendek?"
- Siswa
diajak untuk mengamati, merumuskan masalah, dan mencari tahu jawabannya
sendiri melalui bimbingan guru. Ini melatih penalaran kritis
mereka.
I . Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran
adalah cara untuk melibatkan pihak-pihak di luar kelas, seperti orang tua dan
masyarakat, agar proses pendidikan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
1. Kemitraan dengan Orang
Tua/Wali Murid
- Tujuan: Memastikan praktik
membaca Al-Qur'an dengan huruf mad berlanjut di luar jam sekolah.
- Bentuk
Kemitraan:
- Komunikasi
Reguler: Guru dapat mengirimkan
pesan singkat atau catatan kepada orang tua tentang materi yang
dipelajari setiap minggu.
- Tugas
Praktik di Rumah:
Guru memberikan "tantangan" harian atau mingguan kepada siswa,
seperti mencari contoh huruf mad pada surat-surat tertentu di Juz Amma,
dan meminta orang tua untuk mendampingi serta memberikan tanda tangan.
- Sesi
Diskusi: Jika memungkinkan,
adakan pertemuan singkat atau grup daring dengan orang tua untuk
menjelaskan pentingnya tajwid dan cara sederhana untuk membantu anak
berlatih di rumah.
2. Kemitraan dengan Komunitas atau Masjid
- Tujuan: Memberikan siswa
kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan mereka di lingkungan yang
lebih luas dan Islami.
- Bentuk
Kemitraan:
- Kolaborasi
dengan Guru Ngaji Lokal:
Ajak guru ngaji di masjid atau TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) setempat
untuk memberikan masukan atau mendengarkan bacaan siswa.
- Program
"Satu Ayat, Satu Hari": Ajak siswa untuk membacakan satu ayat pendek dari Juz Amma
dengan tajwid yang benar di hadapan orang tua atau pengurus masjid
sebagai bagian dari program sekolah atau lingkungan.
- Kunjungan
Belajar: Mengunjungi TPA atau
masjid untuk melihat bagaimana guru mengajar Al-Qur'an, sehingga siswa
mendapat wawasan baru.
Dengan membangun kemitraan ini, pembelajaran
huruf mad tidak hanya berhenti di kelas, tetapi menjadi bagian dari rutinitas
harian dan lingkungan sosial siswa, yang akan memperkuat pemahaman dan
kecintaan mereka terhadap Al-Qur'an.
J.
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran yang efektif harus
mampu menstimulasi siswa untuk berinteraksi, berkreasi, dan merasa nyaman dalam
belajar. Berikut adalah penataan lingkungan yang sesuai:
1. Penataan Ruang Kelas yang Fleksibel
- Susunan
Meja: Meja dan kursi diatur
dalam formasi kelompok (claster) agar siswa mudah berdiskusi, berbagi, dan
berinteraksi saat mengerjakan tugas kelompok.
- Area
Praktek: Sediakan satu area
khusus di depan kelas, seperti karpet atau matras kecil, sebagai tempat
siswa praktik membaca Al-Qur'an di depan teman-temannya. Ini menciptakan
panggung mini yang membuat kegiatan lebih terfokus.
2. Sumber Belajar yang Bervariasi dan Mendukung
- Media
Visual: Pasang poster atau
papan tulis yang menampilkan bagan huruf mad (Alif, Wau, Ya) beserta
contoh kata-katanya. Gunakan warna-warni dan ilustrasi menarik agar mudah
diingat.
- Perpustakaan
Mini: Sediakan beberapa
mushaf Al-Qur'an atau Juz Amma dalam jumlah yang cukup di rak atau
keranjang khusus, sehingga setiap kelompok memiliki sumber bacaan yang
mudah diakses.
- Teknologi: Gunakan proyektor atau monitor untuk
menampilkan ayat-ayat Al-Qur'an. Jika memungkinkan, putar audio qari
(pembaca Al-Qur'an) yang melafalkan ayat dengan tajwid yang benar sebagai
contoh langsung bagi siswa.
3. Lingkungan yang Mendukung Nilai Keimanan
- Hiasan
Dinding: Hias dinding kelas
dengan kaligrafi yang indah atau kutipan-kutipan hadis tentang keutamaan
membaca Al-Qur'an. Ini menciptakan atmosfer yang religius dan memotivasi.
- Atmosfer
Positif: Guru harus menciptakan
suasana yang tidak menghakimi. Dorong siswa untuk berani salah dan saling
memberikan dukungan yang membangun. Ingatkan mereka bahwa tujuan utama adalah
belajar dan beribadah, bukan mencari kesalahan.
K
. Pemanfaatn Digital
emanfaatan Digital Berbasis YouTube dan Blog
Memanfaatkan platform yang umum digunakan
seperti YouTube dan blog akan membuat pembelajaran lebih mudah diakses dan
relevan bagi siswa, sekaligus memberikan sumber materi yang kaya dan
terstruktur.
1. Pemanfaatan YouTube untuk Video Pembelajaran
YouTube dapat berfungsi sebagai sumber utama media visual dan audio.
- Video
Animasi atau Tutorial:
Guru dapat mencari atau membuat sendiri video singkat di YouTube yang
menjelaskan konsep huruf mad. Video ini bisa menampilkan pergerakan
harakat menjadi huruf mad secara visual, memudahkan siswa memahami kaidah
ini dengan cara yang menyenangkan.
- Contoh
Audio dari Qari:
Guru dapat memutar video dari channel YouTube qari terkenal (misalnya,
Misyari Rasyid Alafasy atau Al-Ghamidi) yang melafalkan surat-surat
pendek. Siswa dapat menirukan bacaan mereka dan mendengarkan bagaimana
huruf mad dilafalkan dengan panjang yang tepat.
- Tugas
Mencari Konten:
Guru dapat menugaskan siswa untuk mencari video YouTube tentang "cara
membaca huruf mad" dan meminta mereka untuk mengidentifikasi
tips-tips yang diberikan di dalamnya.
2. Pemanfaatan Blog untuk
Materi dan Latihan Interaktif
Blog dapat
menjadi "buku teks digital" yang menyimpan materi dan soal latihan.
- Materi
Ringkas: Guru bisa membuat blog
yang berisi rangkuman materi tentang huruf mad, dilengkapi dengan gambar,
contoh-contoh kata, dan tabel. Ini menjadi sumber referensi yang dapat
diakses siswa kapan pun mereka butuh.
- Latihan Soal: Blog dapat
disisipkan dengan formulir atau kuis interaktif (misalnya, menggunakan
Google Forms) di mana siswa dapat membaca soal dan langsung menjawabnya.
Soal bisa berupa pertanyaan pilihan ganda, "Manakah yang termasuk
huruf mad?" atau isian singkat "Jelaskan mengapa huruf ini
dibaca panjang!"
- Ruang Praktik: Guru dapat
menyediakan halaman khusus di blog untuk praktik. Contohnya, guru
menampilkan potongan ayat dan meminta siswa merekam suara mereka saat
membacanya, lalu mengirimkannya melalui pesan daring atau email.
Dengan memanfaatkan kedua
platform ini, pembelajaran huruf mad tidak hanya terpusat di kelas, tetapi juga
dapat berlanjut di rumah secara mandiri.
L. Nilai-Nilai Al-Qur'an dan Hadis dalam Pembelajaran
Huruf Mad
Pembelajaran membaca
Al-Qur'an dengan benar, termasuk kaidah tajwid seperti huruf mad, memiliki
landasan kuat dalam ajaran Islam. Nilai-nilai ini tidak hanya mendukung aspek
teknis bacaan, tetapi juga menguatkan keimanan dan motivasi spiritual siswa.
1. Keutamaan Membaca Al-Qur'an dengan Benar
(Tartil)
Materi ini menekankan pentingnya membaca
Al-Qur'an secara tartil, yaitu membaca dengan perlahan, fasih, dan
sesuai kaidah tajwid. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:
Surah Al-Muzzammil ayat 4: "...dan bacalah Al-Qur'an itu dengan
tartil (perlahan-lahan)."
Ayat ini secara langsung memerintahkan umat
Muslim untuk membaca Al-Qur'an dengan benar, dan salah satu unsur terpenting
dari tartil adalah penguasaan panjang pendek huruf (mad).
2. Ibadah dan Mendekatkan
Diri kepada Allah
Belajar dan mempraktikkan
tajwid, termasuk huruf mad, adalah bagian dari ibadah yang akan mendatangkan
pahala. Tujuan pembelajaran ini selaras dengan ajaran Nabi Muhammad SAW:
Hadis Riwayat Tirmidzi: "Siapa pun yang
membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan
satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak
mengatakan 'Alif Laam Miim' itu satu huruf, tetapi 'Alif' satu huruf, 'Laam'
satu huruf, dan 'Miim' satu huruf."
Setiap huruf yang dibaca
dengan benar akan dihitung sebagai kebaikan. Dengan memahami huruf mad, siswa
tidak hanya membaca satu huruf, tetapi juga melafalkannya dengan tepat sesuai
ajaran.
3. Kesempurnaan dalam
Beribadah
Membaca Al-Qur'an dengan
fasih merupakan bentuk kesempurnaan dalam beribadah. Hal ini karena bacaan yang
benar akan menjauhkan dari kesalahan makna yang bisa mengubah pesan ayat. Nilai
ini didukung oleh Hadis:
Hadis Riwayat Bukhari dan
Muslim:
"Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang
mulia lagi taat. Sementara orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan
merasa kesulitan, ia akan mendapatkan dua pahala."
M. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Awal (10 menit)
- Membuka
dan memulai pembelajaran dengan salam dan doa. Guru mengajak siswa mengawali dengan niat
tulus, karena belajar Al-Qur'an adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada
Allah SWT.
- Menyampaikan
tujuan dan kompetensi.
Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan belajar agar bacaan Al-Qur'an
menjadi lebih fasih, panjang, dan indah, sesuai dengan kaidah tajwid.
- Prates. Guru meminta siswa membaca beberapa
kalimat pendek dari Juz Amma untuk mengukur pemahaman awal mereka.
- Membagi
kelompok kerja.
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk kegiatan diskusi.
Kegiatan Inti (50 menit)
1. Sintak Orientasi Siswa pada Masalah
- Aktivitas
Guru: Guru
memulai pelajaran dengan memutarkan rekaman audio dari seorang qari
(pembaca Al-Qur'an) terkenal yang membaca surah-surah pendek dari Juz
Amma. Guru kemudian menampilkan teks ayat yang dibaca di papan tulis atau
proyektor. Contohnya, Surah Al-Lahab: وَتَبَّتْ يَدَا أَبِي
لَهَبٍ وَتَبَّ.
- Pertanyaan Pematik: Setelah siswa mendengarkan dan melihat teks, guru mengajukan
pertanyaan, "Mengapa ada suara huruf yang dibaca lebih panjang dari
yang lain? Apa yang membuat bunyi 'dā' dan 'bī' pada ayat ini menjadi
panjang, sementara yang lain tidak?"
- Tujuan: Langkah ini bertujuan untuk memicu rasa ingin tahu siswa dan
mengenalkan mereka pada masalah yang akan diselesaikan—yaitu, mengapa
bacaan Al-Qur'an memiliki panjang-pendek yang berbeda.
2. SINTAK Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar
- Aktivitas Guru: Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil (3-4 orang).
Guru memberitahu setiap kelompok, "Tugas kalian adalah menjadi
'detektif tajwid'. Misi kalian
adalah menemukan penyebab mengapa ada huruf yang dibaca panjang."
- Tugas
Kelompok: Setiap
kelompok diberikan beberapa potongan ayat dari Juz Amma yang berbeda-beda.
Guru meminta mereka untuk mengamati potongan-potongan ayat tersebut dan
mencari pola atau kesamaan pada setiap huruf yang dibaca panjang.
- Tujuan: Langkah ini membantu siswa bekerja sama dan
mengarahkan mereka untuk mencari petunjuk yang akan mengantarkan mereka
pada jawaban.
3.
SINTAK Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok
- Aktivitas Guru: Setelah siswa
berdiskusi dan mengamati, guru memberikan bimbingan. Guru bisa memberikan
petunjuk, "Coba perhatikan huruf apa saja yang selalu muncul setelah
huruf yang dibaca panjang."
- Penemuan Konsep: Dengan
bimbingan guru, siswa akan menemukan tiga huruf kunci: alif (ا), wau (و), dan ya (ي). Mereka juga akan menyadari
bahwa setiap huruf tersebut memiliki "pasangan" harakatnya
sendiri (fathah untuk alif, dhommah untuk wau, dan kasroh untuk ya). Guru
secara resmi memperkenalkan istilah "huruf mad".
- Tujuan: Pada tahap ini, siswa secara mandiri menemukan
konsep huruf mad melalui proses penyelidikan, bukan hanya menerima
teori secara pasif. Ini memperkuat pemahaman mereka.
4. SINTAK Mengembangkan dan Menyajikan Hasil
- Aktivitas Kelompok: Guru menugaskan setiap kelompok untuk membuat poster sederhana atau
daftar yang menampilkan temuan mereka: tiga huruf mad beserta harakat
pasangannya dan satu contoh ayat untuk setiap jenis mad.
- Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuan
mereka di depan kelas. Mereka harus membacakan contoh ayat yang mereka
temukan dan menjelaskan mengapa bacaannya dibaca panjang.
- Tujuan: Langkah ini mendorong siswa untuk
mengomunikasikan pemahaman mereka secara efektif dan mempraktikkan
keterampilan berbicara di depan umum.
5. SINTAK Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan
Masalah
- Aktivitas Guru: Setelah semua kelompok presentasi, guru
memimpin diskusi kelas. Guru mengajak siswa untuk saling
memberikan umpan balik yang membangun. Contohnya, "Apakah bacaan dari
kelompok B sudah tepat panjangnya? Adakah masukan untuk mereka?"
- Penguatan Konsep: Guru merangkum semua temuan, menegaskan kembali konsep huruf mad,
dan menghubungkannya dengan pentingnya membaca Al-Qur'an secara benar.
Guru menekankan bahwa dengan memahami mad, mereka dapat menghindari
kesalahan bacaan dan semakin mencintai Al-Qur'an.
- Tujuan: Langkah terakhir ini memastikan
bahwa setiap siswa telah memahami materi secara menyeluruh dan dapat
mengevaluasi proses belajar mereka sendiri.
Kegiatan
Akhir (10 menit)
- Refleksi tentang kegunaan dan manfaat
materi. Guru mengajak siswa merenung: "Dengan belajar
huruf mad, kita bisa membaca Al-Qur'an dengan lebih baik, lebih merdu, dan
Allah akan semakin mencintai kita."
- Mengakhiri
pembelajaran dengan salam dan doa. Guru mengingatkan siswa untuk terus berlatih membaca
Al-Qur'an di rumah.
N. Asesmen
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) untuk Topik Huruf Mad
1. Asesmen Awal (Pre-Assessment)
- Sintak: Terjadi pada tahap "Orientasi
Siswa pada Masalah".
- Bentuk
Asesmen:
- Observasi
Guru: Guru mengamati dan
mencatat bagaimana siswa membaca ayat yang ditampilkan di awal. Apakah
mereka secara intuitif memanjangkan bacaan pada huruf-huruf mad? Catatan ini menjadi
dasar untuk melihat kemajuan siswa di akhir pembelajaran.
- Tes Lisan Singkat: Guru secara acak
meminta beberapa siswa untuk membaca satu atau dua kata dari ayat yang
dipaparkan. Pertanyaan yang diajukan: "Menurutmu, apakah ada yang
berbeda dari cara membaca kata ini? Mengapa?" Jawaban siswa akan
menunjukkan pemahaman awal mereka (sebelum diberikan materi).
- Tujuan: Untuk mengukur
pengetahuan awal siswa dan mengidentifikasi pemahaman yang sudah ada atau
miskonsepsi yang perlu diperbaiki.
2. Asesmen Proses (Formatif)
- Sintak: Terjadi pada tahap "Membimbing
Penyelidikan Individu dan Kelompok" dan "Mengembangkan
dan Menyajikan Hasil".
- Bentuk
Asesmen:
- Observasi
Diskusi Kelompok:
Guru berkeliling dan mengamati setiap kelompok. Guru menggunakan daftar
cek (checklist) untuk menilai:
- Apakah siswa aktif berpartisipasi dalam
diskusi?
- Apakah mereka mampu mengidentifikasi
huruf mad dan harakat pasangannya dengan benar?
- Apakah mereka mampu bekerja sama dalam
tim?
- Penilaian Lisan saat Presentasi: Saat kelompok
mempresentasikan temuan mereka, guru menilai kemampuan setiap siswa
dalam:
- Kefasihan Membaca: Apakah bacaan
mereka sudah sesuai dengan kaidah panjang pendek?
- Penjelasan Konsep: Apakah mereka
dapat menjelaskan mengapa huruf tersebut dibaca panjang dengan alasan
yang benar?
- Penilaian
Diri dan Peer Assessment:
Guru dapat meminta siswa untuk:
- Menilai
diri sendiri:
"Seberapa yakin kamu bisa membaca huruf mad dengan benar
sekarang?"
- Memberi masukan ke
teman: "Berikan satu pujian dan satu saran untuk
bacaan temanmu."
- Tujuan: Untuk memberikan
umpan balik secara berkelanjutan kepada siswa dan guru. Informasi dari
asesmen ini digunakan untuk menyesuaikan pembelajaran dan memberikan
bimbingan yang tepat sasaran.
3. Asesmen Akhir (Sumatif)
- Sintak: Terjadi pada tahap "Menganalisis
dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah" (di akhir
pembelajaran).
- Bentuk
Asesmen:
- Tes
Praktik Membaca:
Guru menyiapkan sebuah lembar berisi 3-5 ayat pendek dari Juz Amma yang
mengandung berbagai jenis huruf mad. Guru memanggil setiap siswa secara
individu untuk membaca ayat tersebut.
- Rubrik
Penilaian: Guru menggunakan
rubrik yang jelas untuk menilai:
- Kelancaran
Bacaan: Apakah siswa membaca
dengan lancar?
- Ketepatan
Panjang-Pendek:
Apakah semua huruf mad dibaca dengan panjang yang benar?
- Keberanian: Apakah siswa
menunjukkan sikap percaya diri saat membaca?
- Tes Pengetahuan Konsep: Guru dapat
memberikan kuis lisan atau tulisan singkat.
- Contoh
Pertanyaan:
- "Sebutkan tiga huruf mad!"
- "Jika ada huruf dengan harakat dhommah ( ُ ), huruf mad apa yang harus
mengikutinya agar bunyinya panjang?"
- Tujuan: Untuk mengukur pencapaian siswa terhadap
tujuan pembelajaran secara keseluruhan dan memberikan nilai akhir atas
penguasaan materi.
Tenggarong Seberang, 20
September 2025
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
…………………………. …………………………..
KLIK DI SINI UNTUK MATERI LEBIH MENARIK
Komentar
Posting Komentar