Langsung ke konten utama

KELAS 6 BAB GHORIB

 


1. Saktah (وقف السكتة)

Saktah artinya berhenti sejenak tanpa bernapas selama 1-2 ketukan. Tanda baca saktah biasanya berupa huruf "س" kecil di atas huruf. Hukumnya wajib dibaca saktah.

  • Contoh di Al-Qur'an:

    • Surah Al-Kahfi ayat 1-2: "...قَيِّمًا ۙ لِّيُنذِرَ..."

      • Cara bacanya: Baca "Qayyiman" lalu berhenti sejenak tanpa bernapas, baru lanjutkan dengan "liyunzira...".

    • Surah Yasin ayat 52: "...قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ..."

      • Cara bacanya: Berhenti sejenak di "marqadina", lalu langsung sambung "haadzaa maa wa'adar rahmaanu...".

    • Surah Al-Qiyamah ayat 27: "...وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ..."

      • Cara bacanya: Berhenti sejenak di "man", lalu sambung "raaqin".

    • Surah Al-Mutaffifin ayat 14: "...بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ."

      • Cara bacanya: Berhenti sejenak di "bal", lalu sambung "raana..."

  • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI

2. Isymam (الإشمام)

Isymam artinya memajukan bibir seperti hendak mengucapkan huruf "u" (dhommah), tapi suaranya tetap "i" (kasrah). Hukumnya hanya ada di satu tempat di Al-Qur'an.

  • Contoh di Al-Qur'an:

    • Surah Yusuf ayat 11: "...مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَىٰ يُوسُفَ..."

      • Cara bacanya: Lafal "ta'mannaa" aslinya adalah "ta'manunaa". Bibir dimajukan ke depan saat mengucapkan "n" pertama, seakan-akan ingin membaca "nu", tapi suara yang keluar tetap "na". Jadi, seolah-olah ada bunyi "u" yang samar.

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI

3. Imalah (الإمالة)

Imalah artinya melafalkan bunyi fathah yang dimiringkan ke bunyi kasrah (bunyi "e"). Hukumnya juga hanya ada di satu tempat.

  • Contoh di Al-Qur'an:

    • Surah Hud ayat 41: "...بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا..."

      • Cara bacanya: Lafal "majraahaa" dibaca "majreehaa". Huruf "ra" dibaca dengan suara "re" yang miring.

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI

4. Nun pada Lafal "أَنَا" (Anaa)

Lafal "anaa" biasanya dibaca panjang. Namun, ada aturan khusus.

  • Contoh dibaca panjang (panjang 1 alif):

    • Surah Al-Kafirun ayat 4: "...وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ"

    • Surah Az-Zukhruf ayat 81: "...قُلْ إِن كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدٌ فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ"

  • 3 tempat yang wajib dibaca pendek (1 harakat) saat washal (menyambung bacaan):

    • Surah Al-Furqan ayat 49: "...لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا"

    • Surah Luqman ayat 15: "...إِنَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ."

    • Surah Az-Zumar ayat 17: "...فَبَشِّرْ عِبَادِ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ"

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI


5. Tanda Pendek pada Ya, Wawu, dan Alif

Huruf-huruf ini biasanya dibaca panjang, tapi jika ada tanda di atasnya, wajib dibaca pendek.

  • Contoh tanda Ya pendek (tanda alif kecil di bawahnya):

    • Surah Yunus ayat 15: "...إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَضَلَّكُمْ وَيُشْرِكُونَ..."

  • Contoh tanda Wawu dengan dhommah dan Alif (tanpa tanda mad):

    • Surah Ar-Rum ayat 8: "...وَاللَّهُ يَرْجِعُكُمْ إِلَيْهِ..."

  • Contoh tanda Alif dengan kasrah:

    • Surah Asy-Syuura ayat 51: "...أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ..."

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI


6. Hamzah Dhommah dan Wawu Sukun dengan Alif (Bacaan Pendek)

Ada 23 tempat di Al-Qur'an di mana gabungan huruf hamzah (أُ) yang berharakat dhommah (berbunyi "u") dan wawu sukun (و) dibaca pendek, yaitu 1 harakat saat washal (menyambung bacaan).

  • Contoh:

    • Lafal "أُولَئِكَ" (Ulaa'ika), huruf "u"-nya dibaca pendek.

    • Lafal "أُولِي" (Ulii), huruf "u"-nya dibaca pendek.

    • Lafal "أُو۟لَاتِ" (Ulaati), huruf "u"-nya dibaca pendek.

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI


7. Wawu Hamzah Dhommah, Wawu Sukun, dan Alif (Bacaan Panjang)

Ini adalah gabungan huruf yang jika bertemu, dibaca panjang.

  • Contoh:

    • Surah Al-Baqarah ayat 61: "...قُلْ أَتَتَّخِذُونَ إِلَٰهًا وَتَشْرَبُونَ..."

    • Surah Ali Imran ayat 168: "...وَلَوْ كَانَ فِيكُمْ لَقَالُوا إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ..."

    • Surah At-Taubah ayat 32: "...وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُرِيدُ أَن يُظْهِرَ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ..."

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI


8. Wawu dengan Hamzah di Atasnya dan Dhommah (Bacaan Pendek)

Huruf wawu yang di atasnya ada hamzah dan berharakat dhommah dibaca pendek.

  • Contoh:

    • Surah Al-Baqarah ayat 233: "...وَلَا يُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُ..."

    • Surah Al-Ma'idah ayat 18: "...قُلْ لِمَ تُعَذِّبُونَنِي بِذُنُوبِكُمْ..."

    • Surah Yunus ayat 18: "...وَيَقُولُونَ هَٰذَا رَبُّنَا فَمَا أَحَبَّ إِلَيَّ وَمَا أُحِبُّ أَنْ أُقِيمَ فِي الْحَيَاةِ..."

    • Surah Al-An'am ayat 137: "...كَذَٰلِكَ أَوْتَرَ اللَهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا..."

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI


9. Hamzah Dhommah dan Wawu Setelahnya (Bacaan Panjang)

Ketika huruf hamzah berharakat dhommah dan bertemu wawu setelahnya, bacaannya menjadi panjang.

  • Contoh:

    • Surah Al-Baqarah ayat 31: "...وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ"

    • Surah Al-Ma'idah ayat 69: "...وَلَا يُؤْمِنُونَ وَلَا يَعْمَلُونَ..."

    • Surah Al-Ahzab ayat 27: "...أُوتُوا الْقُرْآنَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِهِ..."

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI


10. Idzhar (ﺇِظْهَار)

Idzhar artinya jelas. Lafal "إِذَا" (idzaa) dengan alif kasrah dan dzal sukun memiliki dua hukum: wajib idzhar (dibaca jelas) dan wajib idgham (dibaca masuk).

  • Contoh Idzhar (dibaca jelas):

    • Surah Al-Baqarah ayat 166: "...إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ"

    • Surah Al-Anbiya ayat 87: "...وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ..."

    • Surah Az-Zumar ayat 39: "...قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ"

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI


11. Huruf Dal pada Lafal "قَدْ" (Qad)

Lafal "qad" (قَدْ) biasanya dibaca dengan dal sukun yang jelas. Tapi, ada beberapa kasus khusus.

  • Contoh:

    • Surah At-Taubah ayat 128: "...لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ..."

    • Surah Al-A'raf ayat 179: "...وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ..."

    • Surah Al-Mulk ayat 5: "...وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ..."

    • Surah Al-Mujadalah ayat 1: "...قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا..."

    • Surah Yunus ayat 30: "...هُنَالِكَ تَبْلُو كُلُّ نَفْسٍ مَّا أَسْلَفَتْ..."

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI


12. Ta' Ta'nis (تَاءُ التَّأْنِيثِ)

Ta' Ta'nis adalah huruf ta' sukun (تْ) yang fungsinya menunjukkan kata benda perempuan.

  • Contoh:

    • Surah Asy-Syams ayat 11: "...كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا"

    • Surah An-Nisa' ayat 56: "...كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا..."

    • Surah Al-Isra' ayat 97: "...وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِ..."

    • LINK MATERI DAN LATIHAN SOAL : KLIK DI SINI

Semoga penjelasan ini bisa membantu kamu memahami bacaan-bacaan Gharib di Al-Qur'an dengan lebih baik!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Agung Rasulullah ﷺ: Kisah Hidup Penuh Cahaya

  Jejak Agung Rasulullah ﷺ: Kisah Hidup Penuh Cahaya 🌿   Muqaddimah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah menurunkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Tulisan sederhana ini disusun oleh Dian Faturrahman Al Islam, S.Pd , atau yang dikenal dengan sebutan  Difan Sulaiman  . Dengan segala keterbatasan ilmu dan kemampuan, penulis mencoba menghadirkan rangkaian kisah perjalanan hidup Rasulullah ﷺ — mulai dari kelahiran, masa perjuangan, hingga wafat beliau — dalam bentuk bacaan yang sarat suasana, penjelasan, serta hikmah. Penulis menyadari, apa yang disampaikan ini masih jauh dari sempurna. Namun niat tulusnya adalah agar tulisan ini dapat menjadi kebaikan bagi penulis dan pembacanya . Semoga setiap huruf yang ditulis, setiap kata yang dibaca, tercatat sebagai a...

KELAS 4 BTQ BAB 1 (Hukum Mim Sukun)

  Apa Itu Mim Sukun? Mim Sukun (مْ) adalah huruf مim tanpa harakat (tidak ada fathah, kasrah, atau dhammah). Ditandai dengan tanda sukun ( ْ ), yang terlihat seperti bentuk kecil di atas huruf—mirip dengan kepala huruf ḥāʼ (ح) yang mini. Mim Sukun bukan hanya sekadar huruf mati; dalam ilmu Tajwid, ketika Mim Sukun bertemu huruf tertentu, terbentuk tiga hukum bacaan khusus yang perlu dipahami agar membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar dan indah  Kenapa Penting Dipahami di Rumah? Memperdalam pemahaman tajwid di luar kelas membantu anak membaca Al-Qur’an lebih fasih dan benar. Kolaborasi belajar guru–orang tua memperkuat landasan spiritual dan kualitas pendidikan agama si anak. Refleksi pembelajaran : orang tua dan anak dapat berdiskusi tentang cara baca, tantangan, dan manfaat hukum Mim Sukun. Tiga Hukum Mim Sukun 1. Ikhfa Syafawi Arti istilah : Ikhfa berarti menyamarkan; Syafawi berkaitan dengan bibir  Kapan terjadi : Ketika Mim Sukun (م...

KELAS 2 Kelas Mengenal cara untuk bacaan Panjang dalam al-qur'an

Hai teman-teman! Hari ini kita akan belajar hal yang seru dan penting, yaitu bagaimana caranya membaca huruf-huruf Arab dengan benar, terutama yang suaranya panjang. Kita ibaratkan membaca seperti bermain musik, ya. Ada nada yang pendek dan ada juga nada yang panjang. Kalau salah, musiknya jadi tidak enak didengar. Sama seperti membaca Al-Qur'an, kita harus tahu kapan harus membaca pendek dan kapan harus membaca panjang. 1. Suara Panjang 'Aaa', 'Iii', 'Uuu' (Madd) Suara panjang ini disebut Madd . Ada 3 teman yang suka membuat suara jadi panjang. Mari kita kenalan dengan mereka: Huruf Ajaib Pertama: ALIF (ا) Jika ada huruf dengan tanda fathah (tanda garis di atas), lalu bertemu dengan alif (ا), suaranya jadi panjang. Contoh: ba (بَ) jadi baa (بَا). Seperti kita bilang " BAA bi". Mudah, kan? Huruf Ajaib Kedua: YA' SUKUN (يْ) Jika ada huruf dengan tanda kasrah (tanda garis di bawah), lalu bertemu ya' sukun (يْ), suaranya jadi panjang. Co...