Langsung ke konten utama

Yuk, Dikuatkan Lagi Resolusinya


Yuk, Dikuatkan Lagi Resolusinya

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai ananda sholeh dan sholehah,

Kita semua tentu menginginkan hari-hari yang lebih baik dan penuh berkah. Rasulullah SAW telah memberikan pedoman bagi kita dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim:

"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR. Al Hakim)

Hadits ini mengingatkan kita tentang pentingnya terus meningkatkan diri setiap hari. Jika hari ini kita lebih baik dari kemarin, kita termasuk orang yang beruntung. Namun, jika kita stagnan atau bahkan memburuk, kita termasuk orang yang merugi atau celaka. Oleh karena itu, resolusi kita haruslah untuk selalu menjadi lebih baik.

Mengapa Resolusi Itu Penting?

Resolusi bukan hanya sekadar janji di awal tahun, tetapi juga komitmen harian yang harus kita pegang teguh. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)

Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan menuju kebaikan harus dimulai dari diri kita sendiri. Kita harus proaktif dan berusaha keras untuk memperbaiki diri, baik dari segi ibadah, akhlak, maupun pengetahuan.

Tips untuk Mewujudkan Resolusi

  1. Tetapkan Tujuan yang Jelas: Buatlah tujuan yang spesifik dan realistis. Misalnya, meningkatkan hafalan Al-Qur'an, memperbaiki shalat lima waktu, atau belajar keterampilan baru.

  2. Buat Rencana Tindakan: Susunlah langkah-langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya, mengikuti kelas tahfidz, menonton video pembelajaran, atau membaca buku setiap hari.

  3. Pantau Kemajuan: Evaluasi diri secara berkala untuk melihat sejauh mana pencapaian kita. Apakah ada kemajuan? Jika belum, apa yang perlu diperbaiki?

  4. Berdoa dan Tawakkal: Selalu libatkan Allah dalam setiap usaha kita. Berdoa memohon kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan resolusi. Tawakkal setelah berusaha dengan sungguh-sungguh.

Mengaplikasikan dalam Kehidupan Sehari-Hari

  • Ibadah: Tingkatkan kualitas ibadah kita. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad). Perbanyak shalat sunnah, berdzikir, dan membaca Al-Qur'an.

  • Akhlak: Perbaiki hubungan dengan orang lain. Senyum, salam, dan tolong-menolong adalah sebagian dari akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ingatlah bahwa akhlak yang baik akan mengangkat derajat kita di hadapan Allah dan manusia.

  • Pengetahuan: Teruslah belajar. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban. "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah). Ikuti kajian, baca buku, dan diskusikan ilmu dengan teman-teman.

Penutup

Mari kita jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mencapai resolusi yang lebih baik. Dengan begitu, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berharga, dan lebih berarti di hadapan Allah SWT dan sesama manusia.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari. Aamiin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Pusat Informasi SDIT Insan Cendikia Tenggarong Seberang

Alamat:
Tenggarong Seberang, L3 Blok A Desa Bangun Rejo RT.33

Kontak PPDB 2023-2025 :
Ustdzah Ainun Mardiah,S,Pd : 0822-5110-3350

 Ustad Difan Sulaiman,S.Pd 0821-8886-9602 https://wa.me/qr/T54XQPGHOTCMG1

Akun Media Social :

Istagram : https://www.instagram.com/sditisancendikia/

Facebook : https://www.facebook.com/sditic.tenggarongseberang

Youtube : https://youtube.com/@insancendikiatv?si=AE_luR8izTyrR6Fq

Jam Operasional:
Senin - Jumat: 07.00 - 15.00 WITA
Sabtu: 08.00 - 12.00 WITA

Maps Sekolah : https://maps.app.goo.gl/DkvYqVS9PR3MWXDr8



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Agung Rasulullah ﷺ: Kisah Hidup Penuh Cahaya

  Jejak Agung Rasulullah ﷺ: Kisah Hidup Penuh Cahaya 🌿   Muqaddimah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah menurunkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Tulisan sederhana ini disusun oleh Dian Faturrahman Al Islam, S.Pd , atau yang dikenal dengan sebutan  Difan Sulaiman  . Dengan segala keterbatasan ilmu dan kemampuan, penulis mencoba menghadirkan rangkaian kisah perjalanan hidup Rasulullah ﷺ — mulai dari kelahiran, masa perjuangan, hingga wafat beliau — dalam bentuk bacaan yang sarat suasana, penjelasan, serta hikmah. Penulis menyadari, apa yang disampaikan ini masih jauh dari sempurna. Namun niat tulusnya adalah agar tulisan ini dapat menjadi kebaikan bagi penulis dan pembacanya . Semoga setiap huruf yang ditulis, setiap kata yang dibaca, tercatat sebagai a...

KELAS 4 BTQ BAB 1 (Hukum Mim Sukun)

  Apa Itu Mim Sukun? Mim Sukun (مْ) adalah huruf مim tanpa harakat (tidak ada fathah, kasrah, atau dhammah). Ditandai dengan tanda sukun ( ْ ), yang terlihat seperti bentuk kecil di atas huruf—mirip dengan kepala huruf ḥāʼ (ح) yang mini. Mim Sukun bukan hanya sekadar huruf mati; dalam ilmu Tajwid, ketika Mim Sukun bertemu huruf tertentu, terbentuk tiga hukum bacaan khusus yang perlu dipahami agar membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar dan indah  Kenapa Penting Dipahami di Rumah? Memperdalam pemahaman tajwid di luar kelas membantu anak membaca Al-Qur’an lebih fasih dan benar. Kolaborasi belajar guru–orang tua memperkuat landasan spiritual dan kualitas pendidikan agama si anak. Refleksi pembelajaran : orang tua dan anak dapat berdiskusi tentang cara baca, tantangan, dan manfaat hukum Mim Sukun. Tiga Hukum Mim Sukun 1. Ikhfa Syafawi Arti istilah : Ikhfa berarti menyamarkan; Syafawi berkaitan dengan bibir  Kapan terjadi : Ketika Mim Sukun (م...

KELAS 2 Kelas Mengenal cara untuk bacaan Panjang dalam al-qur'an

Hai teman-teman! Hari ini kita akan belajar hal yang seru dan penting, yaitu bagaimana caranya membaca huruf-huruf Arab dengan benar, terutama yang suaranya panjang. Kita ibaratkan membaca seperti bermain musik, ya. Ada nada yang pendek dan ada juga nada yang panjang. Kalau salah, musiknya jadi tidak enak didengar. Sama seperti membaca Al-Qur'an, kita harus tahu kapan harus membaca pendek dan kapan harus membaca panjang. 1. Suara Panjang 'Aaa', 'Iii', 'Uuu' (Madd) Suara panjang ini disebut Madd . Ada 3 teman yang suka membuat suara jadi panjang. Mari kita kenalan dengan mereka: Huruf Ajaib Pertama: ALIF (ا) Jika ada huruf dengan tanda fathah (tanda garis di atas), lalu bertemu dengan alif (ا), suaranya jadi panjang. Contoh: ba (بَ) jadi baa (بَا). Seperti kita bilang " BAA bi". Mudah, kan? Huruf Ajaib Kedua: YA' SUKUN (يْ) Jika ada huruf dengan tanda kasrah (tanda garis di bawah), lalu bertemu ya' sukun (يْ), suaranya jadi panjang. Co...