Langsung ke konten utama

Menyambut Tahun Ajaran Baru: Workshop "Kupas Tuntas Kurikulum Merdeka dan Pemanfaatan PMM" di SDIT Insan Cendikia




Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, karyawan SIT Insan Cendikia mengikuti serangkaian kegiatan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan pemanfaatan PMM. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 15 Juli 2024 sampai 16 Juli 2024 ini diselenggarakan oleh Lembaga Yudistira dengan menghadirkan dua pemateri utama, Ibu Nur Apni Ernawati dan Bapak Muhammad Salahuddin.

Hari Pertama: Pemahaman Dasar Kurikulum Merdeka

Kegiatan workshop dibuka pada pagi hari tanggal 15 Juli 2024 dengan sambutan dari Kepala Sekolah SIT Insan Cendikia. Beliau menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan kurikulum dan bagaimana Kurikulum Merdeka dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Pemateri pertama, Ibu Nur Apni Ernawati, memulai sesi dengan membahas latar belakang dan filosofi di balik Kurikulum Merdeka. Beliau menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada guru dan sekolah dalam menentukan metode pengajaran yang paling efektif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Ibu Nur Apni juga menguraikan komponen-komponen utama dalam Kurikulum Merdeka, seperti fleksibilitas dalam pembelajaran, penilaian berbasis kompetensi, dan peningkatan peran guru sebagai fasilitator. Para peserta workshop diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait implementasi kurikulum sebelumnya dan bagaimana mereka dapat mengadaptasi prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran di SIT Insan Cendikia.

Hari Kedua: Pemanfaatan PMM dalam Pembelajaran

Hari kedua workshop dimulai dengan sesi oleh Bapak Muhammad Salahuddin yang fokus pada pemanfaatan PMM (Pembelajaran Berbasis Proyek) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Beliau memaparkan bahwa PMM adalah salah satu pendekatan yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif pada siswa.

Bapak Muhammad Salahuddin menjelaskan langkah-langkah dalam merancang dan melaksanakan proyek pembelajaran yang relevan dengan kurikulum. Beliau juga memberikan contoh-contoh proyek yang telah berhasil diterapkan di berbagai sekolah yang mengadopsi Kurikulum Merdeka. Para peserta diajak untuk bekerja dalam kelompok kecil untuk merancang proyek pembelajaran mereka sendiri, yang nantinya akan diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru.

Selama sesi ini, para peserta aktif berdiskusi dan berbagi ide mengenai topik proyek yang menarik dan bermanfaat bagi siswa. Mereka juga mendapatkan panduan tentang cara menilai hasil proyek dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa.

Penerapan dan Evaluasi

Setelah dua hari yang intensif, kegiatan workshop ditutup dengan sesi evaluasi dan refleksi. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan saran mereka terkait materi yang telah disampaikan serta bagaimana mereka berencana untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan baru ini di sekolah.

Kepala Sekolah SIT Insan Cendikia mengapresiasi semangat dan dedikasi para karyawan dalam mengikuti workshop ini. Beliau berharap bahwa dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang Kurikulum Merdeka dan PMM, para guru dapat lebih percaya diri dan efektif dalam mengajar, sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa.

Manfaat Workshop

Workshop ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran. Beberapa manfaat yang dirasakan oleh para peserta antara lain:

  1. Peningkatan Kompetensi Guru: Guru-guru mendapatkan pengetahuan baru mengenai Kurikulum Merdeka dan teknik-teknik pembelajaran berbasis proyek yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran mereka.

  2. Kolaborasi dan Berbagi Pengalaman: Workshop ini menjadi ajang bagi para guru untuk saling bertukar pengalaman dan ide, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan inspiratif.

  3. Penyesuaian Kurikulum: Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Kurikulum Merdeka, guru-guru dapat lebih mudah menyesuaikan materi dan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.

  4. Pengembangan Proyek Pembelajaran: Guru-guru memperoleh keterampilan dalam merancang dan mengimplementasikan proyek pembelajaran yang menarik dan relevan, yang dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa.

Harapan ke Depan

Dengan berakhirnya workshop ini, diharapkan para karyawan SIT Insan Cendikia dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas yang diperlukan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan bermakna, sementara PMM memberikan kerangka kerja yang kuat untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada siswa.

Ibu Nur Apni Ernawati dan Bapak Muhammad Salahuddin juga menyampaikan komitmen mereka untuk terus mendukung dan memberikan bimbingan kepada para guru dalam proses penerapan Kurikulum Merdeka dan PMM. Mereka berharap bahwa dengan kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan, guru, dan pemangku kepentingan lainnya, tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat tercapai.

Penutup

Kegiatan workshop Kupas Tuntas Kurikulum Merdeka dan Pemanfaatan PMM ini merupakan langkah awal yang penting bagi SIT Insan Cendikia dalam menyambut tahun ajaran baru. Dengan persiapan yang matang dan semangat untuk terus belajar dan berkembang, para karyawan SIT Insan Cendikia siap menghadapi tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan.

Semoga dengan upaya ini, SIT Insan Cendikia dapat terus memberikan kontribusi positif dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, mandiri, dan berakhlak mulia. Terima kasih kepada Lembaga Yudistira, Ibu Nur Apni Ernawati, dan Bapak Muhammad Salahuddin atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam mendukung kegiatan ini. Mari kita songsong tahun ajaran baru dengan semangat baru dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang.

Pusat Informasi SDIT Insan Cendikia Tenggarong Seberang

Alamat:
Tenggarong Seberang, L3 Blok A Desa Bangun Rejo RT.33

Kontak PPDB 2023-2025 :
Ustdzah Ainun Mardiah,S,Pd : 0822-5110-3350

 Ustad Difan Sulaiman,S.Pd 0821-8886-9602 https://wa.me/qr/T54XQPGHOTCMG1

Akun Media Social :

Istagram : https://www.instagram.com/sditisancendikia/

Facebook : https://www.facebook.com/sditic.tenggarongseberang

Youtube : https://youtube.com/@insancendikiatv?si=AE_luR8izTyrR6Fq

Jam Operasional:
Senin - Jumat: 07.00 - 15.00 WITA
Sabtu: 08.00 - 12.00 WITA

Maps Sekolah : https://maps.app.goo.gl/DkvYqVS9PR3MWXDr8


 




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Agung Rasulullah ﷺ: Kisah Hidup Penuh Cahaya

  Jejak Agung Rasulullah ﷺ: Kisah Hidup Penuh Cahaya 🌿   Muqaddimah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah menurunkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Tulisan sederhana ini disusun oleh Dian Faturrahman Al Islam, S.Pd , atau yang dikenal dengan sebutan  Difan Sulaiman  . Dengan segala keterbatasan ilmu dan kemampuan, penulis mencoba menghadirkan rangkaian kisah perjalanan hidup Rasulullah ﷺ — mulai dari kelahiran, masa perjuangan, hingga wafat beliau — dalam bentuk bacaan yang sarat suasana, penjelasan, serta hikmah. Penulis menyadari, apa yang disampaikan ini masih jauh dari sempurna. Namun niat tulusnya adalah agar tulisan ini dapat menjadi kebaikan bagi penulis dan pembacanya . Semoga setiap huruf yang ditulis, setiap kata yang dibaca, tercatat sebagai a...

KELAS 4 BTQ BAB 1 (Hukum Mim Sukun)

  Apa Itu Mim Sukun? Mim Sukun (مْ) adalah huruf مim tanpa harakat (tidak ada fathah, kasrah, atau dhammah). Ditandai dengan tanda sukun ( ْ ), yang terlihat seperti bentuk kecil di atas huruf—mirip dengan kepala huruf ḥāʼ (ح) yang mini. Mim Sukun bukan hanya sekadar huruf mati; dalam ilmu Tajwid, ketika Mim Sukun bertemu huruf tertentu, terbentuk tiga hukum bacaan khusus yang perlu dipahami agar membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar dan indah  Kenapa Penting Dipahami di Rumah? Memperdalam pemahaman tajwid di luar kelas membantu anak membaca Al-Qur’an lebih fasih dan benar. Kolaborasi belajar guru–orang tua memperkuat landasan spiritual dan kualitas pendidikan agama si anak. Refleksi pembelajaran : orang tua dan anak dapat berdiskusi tentang cara baca, tantangan, dan manfaat hukum Mim Sukun. Tiga Hukum Mim Sukun 1. Ikhfa Syafawi Arti istilah : Ikhfa berarti menyamarkan; Syafawi berkaitan dengan bibir  Kapan terjadi : Ketika Mim Sukun (م...

KELAS 2 Kelas Mengenal cara untuk bacaan Panjang dalam al-qur'an

Hai teman-teman! Hari ini kita akan belajar hal yang seru dan penting, yaitu bagaimana caranya membaca huruf-huruf Arab dengan benar, terutama yang suaranya panjang. Kita ibaratkan membaca seperti bermain musik, ya. Ada nada yang pendek dan ada juga nada yang panjang. Kalau salah, musiknya jadi tidak enak didengar. Sama seperti membaca Al-Qur'an, kita harus tahu kapan harus membaca pendek dan kapan harus membaca panjang. 1. Suara Panjang 'Aaa', 'Iii', 'Uuu' (Madd) Suara panjang ini disebut Madd . Ada 3 teman yang suka membuat suara jadi panjang. Mari kita kenalan dengan mereka: Huruf Ajaib Pertama: ALIF (ا) Jika ada huruf dengan tanda fathah (tanda garis di atas), lalu bertemu dengan alif (ا), suaranya jadi panjang. Contoh: ba (بَ) jadi baa (بَا). Seperti kita bilang " BAA bi". Mudah, kan? Huruf Ajaib Kedua: YA' SUKUN (يْ) Jika ada huruf dengan tanda kasrah (tanda garis di bawah), lalu bertemu ya' sukun (يْ), suaranya jadi panjang. Co...