Langsung ke konten utama

Jangan Pernah Bosan untuk Berbuat Baik

 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ayah dan Bunda serta anak-anak yang sholih dan sholihah, mari kita selalu ingat untuk tidak pernah bosan dalam berbuat baik. Setiap kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah SWT, bernilai pahala dan akan berbuah kebaikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai situasi yang membutuhkan sikap dan tindakan baik. Terkadang, kita mungkin merasa lelah atau kurang semangat untuk terus berbuat baik, terutama jika kita merasa tidak mendapatkan penghargaan atau pengakuan dari orang lain. Namun, penting untuk diingat bahwa Allah SWT selalu melihat dan mencatat setiap amal kebaikan yang kita lakukan, sekecil apapun itu.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 195: "Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dengan tanganmu sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195)

Hadis Rasulullah SAW juga mengingatkan kita tentang pentingnya berbuat baik. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat darinya. Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat." (HR. Muslim)

Dengan mengamalkan ajaran ini, kita bisa melihat bahwa berbuat baik tidak hanya membawa kebaikan bagi orang lain, tetapi juga membawa kebaikan bagi diri kita sendiri di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, mari kita tanamkan semangat untuk selalu berbuat baik, mulai dari hal-hal kecil seperti membantu orang tua, menolong teman yang kesulitan, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai siswa di SDIT Insan Cendikia, kalian semua memiliki kesempatan besar untuk berbuat baik setiap hari. Mulailah dengan hal-hal sederhana di rumah seperti:

  1. Membantu orang tua dalam pekerjaan rumah.
  2. Menjaga shalat lima waktu dan shalat sunnah.
  3. Menyapa dan menghormati tetangga serta teman-teman.
  4. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
  5. Membaca dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an.

Ingatlah bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada kebaikan yang terlalu kecil untuk dihitung oleh Allah. Sekecil apapun kebaikan itu, pasti ada pahalanya."

Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan keteguhan hati untuk terus berbuat baik dalam segala keadaan. Mari kita jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menebar kebaikan, karena kebaikan itu sendiri adalah investasi terbaik untuk masa depan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Teruslah berbuat baik, karena setiap kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita dengan berbagai bentuk keberkahan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Zalzalah ayat 7-8: "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS. Al-Zalzalah: 7-8)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Pusat Informasi SDIT Insan Cendikia Tenggarong Seberang

Alamat:
Tenggarong Seberang, L3 Blok A Desa Bangun Rejo RT.33

Kontak PPDB 2023-2025 :
Ustdzah Ainun Mardiah,S,Pd : 0822-5110-3350

 Ustad Difan Sulaiman,S.Pd 0821-8886-9602 https://wa.me/qr/T54XQPGHOTCMG1

Akun Media Social :

Istagram : https://www.instagram.com/sditisancendikia/

Facebook : https://www.facebook.com/sditic.tenggarongseberang

Youtube : https://youtube.com/@insancendikiatv?si=AE_luR8izTyrR6Fq

Jam Operasional:
Senin - Jumat: 07.00 - 15.00 WITA
Sabtu: 08.00 - 12.00 WITA

Maps Sekolah : https://maps.app.goo.gl/DkvYqVS9PR3MWXDr8


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Agung Rasulullah ﷺ: Kisah Hidup Penuh Cahaya

  Jejak Agung Rasulullah ﷺ: Kisah Hidup Penuh Cahaya 🌿   Muqaddimah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah menurunkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Tulisan sederhana ini disusun oleh Dian Faturrahman Al Islam, S.Pd , atau yang dikenal dengan sebutan  Difan Sulaiman  . Dengan segala keterbatasan ilmu dan kemampuan, penulis mencoba menghadirkan rangkaian kisah perjalanan hidup Rasulullah ﷺ — mulai dari kelahiran, masa perjuangan, hingga wafat beliau — dalam bentuk bacaan yang sarat suasana, penjelasan, serta hikmah. Penulis menyadari, apa yang disampaikan ini masih jauh dari sempurna. Namun niat tulusnya adalah agar tulisan ini dapat menjadi kebaikan bagi penulis dan pembacanya . Semoga setiap huruf yang ditulis, setiap kata yang dibaca, tercatat sebagai a...

KELAS 4 BTQ BAB 1 (Hukum Mim Sukun)

  Apa Itu Mim Sukun? Mim Sukun (مْ) adalah huruf مim tanpa harakat (tidak ada fathah, kasrah, atau dhammah). Ditandai dengan tanda sukun ( ْ ), yang terlihat seperti bentuk kecil di atas huruf—mirip dengan kepala huruf ḥāʼ (ح) yang mini. Mim Sukun bukan hanya sekadar huruf mati; dalam ilmu Tajwid, ketika Mim Sukun bertemu huruf tertentu, terbentuk tiga hukum bacaan khusus yang perlu dipahami agar membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar dan indah  Kenapa Penting Dipahami di Rumah? Memperdalam pemahaman tajwid di luar kelas membantu anak membaca Al-Qur’an lebih fasih dan benar. Kolaborasi belajar guru–orang tua memperkuat landasan spiritual dan kualitas pendidikan agama si anak. Refleksi pembelajaran : orang tua dan anak dapat berdiskusi tentang cara baca, tantangan, dan manfaat hukum Mim Sukun. Tiga Hukum Mim Sukun 1. Ikhfa Syafawi Arti istilah : Ikhfa berarti menyamarkan; Syafawi berkaitan dengan bibir  Kapan terjadi : Ketika Mim Sukun (م...

KELAS 2 Kelas Mengenal cara untuk bacaan Panjang dalam al-qur'an

Hai teman-teman! Hari ini kita akan belajar hal yang seru dan penting, yaitu bagaimana caranya membaca huruf-huruf Arab dengan benar, terutama yang suaranya panjang. Kita ibaratkan membaca seperti bermain musik, ya. Ada nada yang pendek dan ada juga nada yang panjang. Kalau salah, musiknya jadi tidak enak didengar. Sama seperti membaca Al-Qur'an, kita harus tahu kapan harus membaca pendek dan kapan harus membaca panjang. 1. Suara Panjang 'Aaa', 'Iii', 'Uuu' (Madd) Suara panjang ini disebut Madd . Ada 3 teman yang suka membuat suara jadi panjang. Mari kita kenalan dengan mereka: Huruf Ajaib Pertama: ALIF (ا) Jika ada huruf dengan tanda fathah (tanda garis di atas), lalu bertemu dengan alif (ا), suaranya jadi panjang. Contoh: ba (بَ) jadi baa (بَا). Seperti kita bilang " BAA bi". Mudah, kan? Huruf Ajaib Kedua: YA' SUKUN (يْ) Jika ada huruf dengan tanda kasrah (tanda garis di bawah), lalu bertemu ya' sukun (يْ), suaranya jadi panjang. Co...